📅 30 April 2026⏱️ 9 menit baca📝 1,652 kata

Introduction

This Is It (2009) adalah sebuah film dokumenter konser yang sangat istimewa, menghadirkan cuplikan di balik layar persiapan konser comeback Michael Jackson yang sangat dinantikan. Lebih dari sekadar film konser biasa, This Is It adalah sebuah penghormatan bagi bakat luar biasa sang "King of Pop" dan memberikan gambaran intim tentang dedikasi, profesionalisme, serta visi artistiknya. Film ini bergenre dokumenter musik, lebih tepatnya merupakan konser di balik layar yang tragis, karena konser yang dipersiapkan tidak pernah terjadi.

Menggabungkan rekaman latihan, wawancara, dan cuplikan belakang panggung, film ini menampilkan Michael Jackson saat ia mempersiapkan serangkaian pertunjukan yang terjual habis di London. Tone film ini sangat bervariasi, mulai dari semangat, euforia, hingga sedikit melankolis, mengingat kematian Jackson yang mendadak sebelum konser dimulai. Bagi para penggemar Michael Jackson, film ini adalah kesempatan langka untuk menyaksikan sang idola dalam momen-momen yang lebih personal dan melihat proses kreatifnya secara langsung.

This Is It menjadi sangat penting karena beberapa alasan. Pertama, ini adalah penampilan terakhir Michael Jackson di depan kamera. Kedua, memberikan penghormatan kepadanya setelah tragedi kematian sang megabintang. Ketiga, film ini menjadi saksi bisu dari konser yang paling dinanti di abad ke-21, sebuah harapan yang sayangnya tidak pernah terwujud. Keberadaan film ini menjadi semacam kapsul waktu, mengabadikan momen-momen penting dalam karir Michael Jackson dan menawarkan perspektif unik tentang dirinya sebagai seorang seniman dan individu.

Plot Synopsis

This Is It tidak memiliki alur cerita naratif yang konvensional layaknya film fiksi. Film ini menyajikan serangkaian adegan yang diambil dari ratusan jam rekaman selama latihan dan persiapan konser This Is It di Staples Center, Los Angeles. Alurnya bergerak secara kronologis, dimulai dengan audisi para penari latar dan musisi, kemudian berlanjut ke latihan vokal, koreografi, tata panggung, hingga elemen visual dan efek khusus.

Penonton diajak untuk menyaksikan bagaimana Michael Jackson berinteraksi dengan para kru, memberikan arahan artistik, menyempurnakan gerakan tari, dan menyanyikan lagu-lagu hitsnya dengan energi yang luar biasa. Film ini juga menyoroti dedikasi dan profesionalisme para musisi, penari, dan seluruh tim produksi yang bekerja keras untuk mewujudkan visi Jackson. Potongan-potongan wawancara dengan para kru dan anggota band memberikan wawasan tambahan tentang kepribadian Michael Jackson dan dampaknya terhadap orang-orang di sekitarnya.

Meskipun tidak menghadirkan konser secara utuh, This Is It memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang akan menjadi pertunjukan spektakuler. Cuplikan adegan-adegan ikonik seperti "Billie Jean", "Thriller", "Beat It", dan "Earth Song" ditampilkan dengan sentuhan aransemen dan koreografi baru. Film ini meninggalkan kesan yang mendalam bagi penonton, sebuah kombinasi antara kekaguman atas bakat Michael Jackson dan kesedihan karena konser yang seharusnya terjadi tidak pernah terlaksana. Film ini tidak memberikan spoiler mengenai ending, karena tujuannya adalah untuk menampilkan proses pra-produksi sebuah konser.

Cast & Characters

Pemeran utama dalam This Is It adalah Michael Jackson sebagai dirinya sendiri. Film ini memungkinkan penonton untuk melihat sisi lain dari sang legenda, bukan hanya sebagai seorang bintang panggung, tetapi juga sebagai seorang seniman yang perfeksionis, seorang pemimpin yang inspiratif, dan seorang individu yang peduli terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Vokalnya masih sangat kuat, dan gaya tarinya masih ikonik.

Selain Michael Jackson, film ini juga menampilkan sejumlah musisi dan penari yang berperan penting dalam konser This Is It. Orianthi, sebagai gitaris utama, mencuri perhatian dengan kemampuan bermain gitarnya yang luar biasa. Kenny Ortega, sutradara dan koreografer film, juga tampil sebagai dirinya sendiri, membimbing dan mengarahkan seluruh tim produksi dengan profesionalisme dan dedikasi. Dorian Holley, pelatih vokal, menunjukkan bagaimana dia membantu Michael Jackson untuk menjaga kualitas vokalnya. Musisi lainnya termasuk Bashiri Johnson, Mo Pleasure, Jonathan Moffett, Tommy Organ, dan Jasmine Alveran. Penata lampu Patrick Woodroffe juga turut menampilkan peranannya dalam merancang tata lampu panggung.

Meskipun semua pemain menampilkan performa yang solid, sorotan utama tetap tertuju pada Michael Jackson. Ia memimpin dengan karisma dan kejelian dalam menentukan sudut dan elemen apa saja yang ingin ditampilkan. Penonton dipastikan akan dibuat terpukau oleh energi, talenta, dan dedikasi yang ditunjukkan Michael Jackson, serta kehangatan interaksinya dengan para kru dan anggota band.

Director & Production

This Is It disutradarai oleh Kenny Ortega, seorang sutradara dan koreografer yang dikenal luas karena karyanya dalam film-film seperti Dirty Dancing, High School Musical, dan Newsies. Ortega memiliki hubungan kerja yang erat dengan Michael Jackson, setelah sebelumnya bekerja sama dalam beberapa proyek video musik dan tur konser. Pengalamannya dalam mengarahkan pertunjukan panggung skala besar sangat membantu dalam proses produksi film ini.

Film ini diproduksi oleh Columbia Pictures dan AEG Live, perusahaan promotor konser yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan konser This Is It di London. AEG Live memiliki ratusan jam rekaman latihan dan persiapan konser, yang kemudian digunakan sebagai bahan utama untuk membuat film ini. Proses editing dan penyuntingan dilakukan dengan cermat untuk menghasilkan sebuah narasi yang koheren dan memberikan penghormatan yang layak bagi Michael Jackson.

Keputusan untuk merilis film ini setelah kematian Michael Jackson menimbulkan beberapa kontroversi. Namun, Ortega dan para produser berpendapat bahwa film ini adalah cara terbaik untuk merayakan kehidupan dan karir Michael Jackson, serta memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk menyaksikan karya terakhirnya. Produksi film ini dilakukan dengan hati-hati, dengan tujuan untuk menghormati warisan Michael Jackson dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para penonton.

Critical Reception & Ratings

This Is It menerima ulasan positif dari para kritikus film dan penonton. Banyak yang memuji film ini karena memberikan gambaran intim tentang Michael Jackson sebagai seorang seniman dan individu. Penampilan Jackson di film ini dianggap memukau, menunjukkan energi, talenta, dan dedikasinya yang tak tertandingi. Selain itu, film ini juga dipuji karena kualitas produksinya yang tinggi, termasuk sinematografi, editing, dan tata suara.

Di situs agregator ulasan Rotten Tomatoes, This Is It mendapatkan rating persetujuan sebesar 80%, berdasarkan 202 ulasan, dengan nilai rata-rata 7/10. Konsensus kritikus di situs tersebut menyatakan, "This Is It adalah penghormatan yang layak kepada Michael Jackson, menawarkan pandangan yang menarik dan terkadang menyentuh ke dalam persiapan konser terakhirnya." Di IMDb, film ini memiliki rating 6.8/10, berdasarkan lebih dari 83.000 suara. Di TMDB, film ini mendapatkan rating 7.2/10 dengan 978 suara.

Beberapa kritikus mengkritik film ini karena dianggap terlalu "steril" dan kurang jujur dalam menggambarkan kehidupan Michael Jackson. Namun, sebagian besar setuju bahwa This Is It adalah sebuah film dokumenter konser yang menghibur dan berkesan, yang layak ditonton oleh para penggemar Michael Jackson dan pecinta musik secara umum. Menurut berita terkini, film ini juga langsung merajai bioskop Amerika.

Box Office & Release

This Is It dirilis di seluruh dunia pada tanggal 28 Oktober 2009, hanya beberapa bulan setelah kematian Michael Jackson. Film ini menjadi hit box office, meraup pendapatan kotor sebesar $261 juta di seluruh dunia. Film ini menjadi film dokumenter konser dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Hannah Montana & Miley Cyrus: Best of Both Worlds Concert. Film ini direncanakan hanya akan tayang selama dua minggu, tetapi kemudian diperpanjang karena permintaan yang tinggi dari para penonton.

Kesuksesan komersial film ini menunjukkan betapa besar pengaruh dan popularitas Michael Jackson di seluruh dunia. Para penggemar berbondong-bondong ke bioskop untuk menyaksikan penampilan terakhir sang idola dan mengenang warisan musiknya. This Is It juga dirilis dalam format DVD dan Blu-ray, yang juga laris manis di pasaran.

Saat ini, This Is It tidak tersedia di semua platform streaming. Ketersediaannya bervariasi tergantung pada wilayah dan perjanjian lisensi. Namun, film ini seringkali tersedia untuk disewa atau dibeli di platform seperti Apple TV, Google Play Movies, dan Amazon Prime Video. Periksa platform streaming lokal Anda untuk mengetahui apakah This Is It tersedia di wilayah Anda.

Themes & Analysis

Beberapa tema utama dieksplorasi dalam This Is It. Salah satunya adalah tema kesempurnaan artistik. Film ini menunjukkan bagaimana Michael Jackson tanpa henti berusaha untuk mencapai tingkat kesempurnaan tertinggi dalam setiap aspek pertunjukannya, mulai dari vokal dan tari hingga tata panggung dan efek visual. Ia adalah seorang perfeksionis yang selalu menuntut yang terbaik dari dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

Tema lain yang penting adalah tema kerjasama dan kolaborasi. This Is It menampilkan bagaimana Michael Jackson bekerja sama dengan tim musisi, penari, dan kru produksi untuk mewujudkan visinya. Ia menghargai kontribusi setiap orang dan menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif dan suportif. Kerja sama tim yang apik membuat semua elemen dalam konser dapat terealisasikan.

Selain itu, film ini juga menyentuh tema warisan dan kenangan. This Is It adalah sebuah penghormatan bagi warisan musik Michael Jackson dan memberikan kesempatan kepada para penggemar untuk mengenang sang idola. Film ini mengingatkan kita tentang dampak besar yang telah diberikan Michael Jackson terhadap budaya populer dan bagaimana musiknya akan terus hidup di hati para penggemarnya.

Should You Watch It?

Jika Anda seorang penggemar Michael Jackson, This Is It adalah film yang wajib Anda tonton. Film ini memberikan gambaran intim tentang sang idola dan menunjukkan betapa besar bakat, dedikasi, dan visinya. Anda akan terpesona oleh penampilannya, terinspirasi oleh semangatnya, dan terharu oleh warisannya.

Bahkan jika Anda bukan penggemar berat Michael Jackson, This Is It masih merupakan film yang layak ditonton. Film ini menawarkan pandangan yang menarik ke dalam dunia produksi konser skala besar dan menunjukkan bagaimana sebuah pertunjukan yang spektakuler diciptakan. Anda akan menghargai kerja keras dan kreativitas yang terlibat dalam proses tersebut.

This Is It cocok untuk penonton dari segala usia dan kalangan. Film ini adalah sebuah perayaan musik, tari, dan seni pertunjukan yang akan menghibur, menginspirasi, dan menyentuh hati Anda. Namun bagi sebagian orang, menonton film ini bisa jadi emosional dan menimbulkan kesedihan atas kehilangan Michael Jackson.

Conclusion

This Is It (2009) adalah sebuah film dokumenter konser yang luar biasa yang menawarkan pandangan intim ke dalam persiapan konser comeback Michael Jackson yang sangat dinantikan. Lebih dari sekadar film konser biasa, This Is It adalah sebuah penghormatan bagi bakat luar biasa sang "King of Pop" dan memberikan gambaran intim tentang dedikasi, profesionalisme, serta visi artistiknya. Dengan ulasan yang baik, kesuksesan box office, dan tema yang menyentuh, This Is It adalah film yang wajib ditonton bagi para penggemar Michael Jackson dan pecinta musik secara umum. Film ini merupakan warisan abadi yang terus menginspirasi dan menghibur para penontonnya.

References

  1. TMDB — This Is It (2009)
  2. Rotten Tomatoes — Michael Jackson's This Is It
  3. IMDb — This Is It (2009)
  4. Variety — Michael Jackson's This Is It: Film Review
  5. The Hollywood Reporter — Michael Jackson's This Is It: Movie Review
  6. IndieWire — Michael Jackson's 'This Is It' Review