Euphoria (2019)
Found 3 results.
Introduction
The Euphoria of Being (judul asli: Együtt kezdtük) adalah sebuah film dokumenter menyentuh hati yang dirilis pada tahun 2019. Disutradarai oleh Réka Szabó, film ini berfokus pada kisah Éva Fahidi, seorang penyintas kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau, yang pada usia 90 tahun memutuskan untuk berpartisipasi dalam sebuah pertunjukan teater tari yang menceritakan perjalanan hidupnya yang luar biasa. Menggabungkan elemen tari kontemporer, wawancara mendalam, dan refleksi pribadi, film ini menawarkan pengalaman sinematik yang intim dan kuat.
Film ini menonjol karena pendekatan uniknya dalam menceritakan kisah yang traumatis. Alih-alih berfokus pada kekerasan dan kengerian masa lalu, The Euphoria of Being memilih untuk merayakan ketahanan, kekuatan, dan kemampuan manusia untuk menemukan harapan dan keindahan bahkan setelah mengalami penderitaan yang tak terbayangkan. Melalui interaksi antara Éva, sang sutradara Réka, dan penari muda Emese, film ini mengeksplorasi tema-tema seperti memori, identitas, dan penyembuhan.
Dokumenter ini bukan hanya sekadar catatan sejarah, tetapi juga sebuah karya seni yang menggugah pikiran dan emosi. Penggunaan tarian sebagai medium ekspresi memungkinkan film ini untuk menyampaikan perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Musik yang indah dan sinematografi yang halus semakin menambah efek emosional film ini, menjadikannya pengalaman yang tak terlupakan bagi penonton.
Plot Synopsis
The Euphoria of Being mengisahkan tentang Éva Fahidi, seorang wanita Hungaria yang selamat dari Auschwitz-Birkenau pada usia 20 tahun. Dalam perang dunia II, ia kehilangan 49 anggota keluarganya, termasuk kedua orang tua dan adik perempuannya. Puluhan tahun kemudian, di usia 90 tahun, ia mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam pertunjukan teater tari yang akan mengisahkan perjalanan hidupnya yang penuh dengan tragedi dan kemenangan.
Réka Szabó, sang sutradara, mengusulkan konsep duet antara Éva dan Emese Cuhorka, seorang penari muda yang diakui secara internasional. Réka ingin melihat bagaimana dua wanita dari generasi yang berbeda ini berinteraksi di atas panggung, bagaimana tubuh dan kisah mereka dapat saling terkait dan memengaruhi satu sama lain. Éva segera menyetujui tawaran tersebut, meskipun ini akan menjadi pengalaman pertamanya tampil di depan publik.
Proses persiapan pertunjukan teater menjadi inti dari film ini. Kita dapat menyaksikan bagaimana Éva berbagi kenangan masa lalunya yang menyakitkan dengan Réka dan Emese. Mereka bertiga bekerja sama untuk menerjemahkan pengalaman-pengalaman tersebut ke dalam gerakan tari. Film ini tidak hanya menampilkan latihan-latihan tari, tetapi juga percakapan-percakapan mendalam antara ketiga wanita tersebut. Mereka membahas tentang trauma, kehilangan, harapan, dan arti hidup. Bagian paling penting dari film ini adalah penggambaran proses kreatif pembuatan tarian, dan bagaimana Éva melalui tarian menjadi lebih dekat dengan masa lalunya, yang membawa dampak positif padanya.
Cast & Characters
The Euphoria of Being menampilkan tiga tokoh utama:
- Éva Pusztai-Fahidi sebagai dirinya sendiri. Éva adalah jantung dan jiwa dari film ini. Keberanian, kebijaksanaan, dan ketahanan hatinya menginspirasi penonton. Ia dengan terbuka berbagi pengalaman masa lalunya yang traumatis, tetapi juga menunjukkan semangat hidup yang luar biasa.
- Emese Cuhorka sebagai dirinya sendiri. Emese adalah seorang penari muda berbakat yang membawa energi dan perspektif baru ke dalam proyek ini. Ia belajar banyak dari Éva dan Réka, dan membantu Éva untuk mengekspresikan perasaannya melalui tarian.
- Réka Szabó sebagai dirinya sendiri. Réka adalah sutradara yang visioner dan penuh perhatian. Ia menciptakan ruang yang aman dan suportif bagi Éva untuk berbagi kisahnya. Réka juga berperan sebagai mediator antara Éva dan Emese, membantu mereka untuk memahami dan menghargai perspektif masing-masing.
Meskipun film ini adalah dokumenter, ketiga wanita ini memberikan penampilan yang luar biasa dan menyentuh. Mereka tidak hanya memerankan diri mereka sendiri, tetapi juga membuka diri secara emosional kepada penonton. Interaksi antara Éva dan Emese sangat memukau, karena menyiratkan kekuatan generasi muda dalam mempelajari masa lalu dengan tujuan membangun masa depan yang lebih baik.
Director & Production
The Euphoria of Being disutradarai oleh Réka Szabó, seorang sutradara dan koreografer Hungaria yang berbakat. Ia dikenal karena karya-karyanya yang inovatif dan eksperimental, yang sering menggabungkan elemen tari, teater, dan film. Film ini adalah salah satu karya Réka yang paling terkenal dan diakui secara internasional.
Sayangnya, informasi yang lebih spesifik mengenai rumah produksi atau rincian produksi lainnya sulit ditemukan dalam ringkasan yang ada. Namun, jelas bahwa film ini dibuat dengan anggaran yang relatif kecil, tetapi dengan hati dan dedikasi yang besar. Kualitas produksinya sangat baik, yang menunjukkan bahwa tim produksi bekerja keras untuk menciptakan film yang indah dan bermakna.
Critical Reception & Ratings
The Euphoria of Being telah menerima ulasan positif dari para kritikus film. Film ini dipuji karena kesederhanaannya, kejujurannya, dan kekuatan emosionalnya. Banyak kritikus yang terkesan dengan penampilan Éva Fahidi, serta dengan arahan Réka Szabó yang sensitif dan penuh perhatian.
Di TMDB (The Movie Database), film ini memiliki rating 9.0/10 berdasarkan 2 vote, yang menunjukkan bahwa orang-orang yang telah menonton film ini sangat menyukainya. Namun, penting untuk dicatat bahwa jumlah suara masih sedikit, jadi peringkat ini mungkin belum sepenuhnya representatif dari opini publik secara keseluruhan.
Secara umum, The Euphoria of Being dianggap sebagai film dokumenter yang penting dan berharga untuk ditonton. Film ini menawarkan perspektif yang unik dan menyentuh tentang trauma, penyembuhan, dan kekuatan manusia.
Box Office & Release
Informasi detail mengenai pendapatan box office film The Euphoria of Being sangat terbatas. Film dokumenter dengan fokus yang spesifik seringkali tidak mendapatkan distribusi yang luas di bioskop-bioskop komersial, dan lebih sering diputar di festival film, acara komunitas, atau melalui platform streaming.
Untuk informasi ketersediaan streaming, perlu dilakukan pengecekan lebih lanjut di platform-platform seperti Netflix, Amazon Prime Video, Mubi, atau platform streaming khusus film dokumenter lainnya. Karena film ini dirilis pada tahun 2019, kemungkinan besar film ini sudah tersedia di beberapa platform streaming atau untuk disewa/dibeli secara digital, tergantung pada wilayah geografis.
Themes & Analysis
The Euphoria of Being mengeksplorasi beberapa tema penting, termasuk:
- Memori dan Trauma: Film ini menyoroti bagaimana trauma masa lalu dapat terus memengaruhi kehidupan seseorang, tetapi juga menunjukkan bahwa mungkin untuk mengelola dan menyembuhkan luka-luka tersebut.
- Generasi: Interaksi antara Éva dan Emese menunjukkan pentingnya berbagi pengalaman antar generasi. Emese belajar dari pengalaman Éva, dan Éva mendapatkan kekuatan dan inspirasi dari energi dan perspektif Emese.
- Ketahanan: Kisah Éva adalah bukti ketahanan dan kekuatan semangat manusia. Meskipun menghadapi masa-masa sulit, ia berhasil bertahan hidup dan menemukan makna dalam hidupnya.
- Seni sebagai Penyembuhan: Film ini menunjukkan bagaimana seni, khususnya tarian, dapat menjadi alat yang ampuh untuk penyembuhan emosional dan ekspresi diri.
Secara kultural, film ini penting karena mengingatkan kita tentang kengerian Holocaust dan pentingnya untuk tidak melupakan sejarah. Film ini juga menyoroti pentingnya untuk menghormati dan mendukung para penyintas trauma, serta untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan penuh kasih.
Should You Watch It?
The Euphoria of Being adalah film yang sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang tertarik pada film dokumenter yang menyentuh hati, kisah-kisah inspiratif tentang ketahanan manusia, atau eksplorasi tema-tema seperti memori, trauma, dan penyembuhan. Film ini sangat cocok untuk mereka yang menghargai film yang menggugah pikiran dan emosi, dan yang bersedia untuk menghadapi materi yang sulit dan menantang.
Meskipun film ini berfokus pada pengalaman traumatis, film ini juga menawarkan harapan dan inspirasi. Kisah Éva adalah bukti bahwa bahkan setelah mengalami penderitaan yang tak terbayangkan, adalah mungkin untuk menemukan makna dalam hidup dan untuk merayakan keindahan dunia.
Conclusion
The Euphoria of Being adalah film dokumenter yang kuat dan menyentuh hati yang menawarkan perspektif unik tentang trauma, penyembuhan, dan ketahanan manusia. Melalui kisah Éva Fahidi, film ini mengingatkan kita tentang pentingnya untuk tidak melupakan sejarah, untuk menghormati para penyintas trauma, dan untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan penuh kasih. Film ini adalah karya seni yang bermakna dan berharga untuk ditonton.
References
- TMDB — The Euphoria of Being (2019) — TMDB movie page.
- Rotten Tomatoes — Movie Reviews — Source for film reviews.
- IMDb — Internet Movie Database — Comprehensive information about movies.
- Variety — Entertainment News — News and reviews of films.
- The Hollywood Reporter — Entertainment News — News and reviews of films.








