📅 28 April 2026⏱️ 7 menit baca📝 1,323 kata

Pengantar

It Comes at Night (2017) adalah film horor psikologis yang disutradarai dan ditulis oleh Trey Edward Shults. Film ini menonjol karena pendekatannya yang minimalis dan penuh ketegangan, yang lebih berfokus pada ketakutan internal dan paranoia daripada jump scare atau efek khusus yang berlebihan. Alih-alih menampilkan monster yang jelas, "ancaman" dalam film ini lebih bersifat sugestif dan ambigu, membuat penonton terus bertanya-tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi di luar sana.

Film ini berlatar belakang dunia pasca-apokaliptik di mana ancaman tak terduga meneror umat manusia. Kisah ini berkisar pada dua keluarga yang terpaksa berlindung bersama di sebuah rumah terpencil di tengah hutan. It Comes at Night menggali tema-tema seperti ketidakpercayaan, isolasi, dan sejauh mana seseorang akan pergi untuk melindungi orang yang dicintainya.

Dengan suasana yang mencekam dan performa yang kuat dari para pemainnya, film ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang mengganggu dan tak terlupakan. Film ini akan membuat Anda berpikir lama setelah kredit akhir bergulir.

Sinopsis Plot

It Comes at Night mengikuti kisah Paul (Joel Edgerton), Sarah (Carmen Ejogo), dan putra mereka, Travis (Kelvin Harrison Jr.), yang hidup terisolasi di sebuah rumah terpencil di tengah hutan setelah dunia terserang wabah misterius. Mereka memiliki aturan ketat untuk bertahan hidup: hanya satu pintu yang digunakan, pintu harus selalu terkunci, dan siapa pun yang terinfeksi harus diisolasi—atau dieliminasi.

Suatu malam, Will (Christopher Abbott) menerobos masuk ke rumah mereka mencari persediaan untuk keluarganya sendiri, Kim (Riley Keough) dan anak mereka, Andrew (Griffin Robert Faulkner). Setelah interogasi yang tegang, Paul memutuskan untuk menjalin aliansi dengan Will, dan kedua keluarga itu sepakat untuk tinggal bersama. Mereka percaya bahwa dengan menggabungkan sumber daya dan tenaga, mereka akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan hidup.

Namun, dengan berjalannya waktu, ketegangan mulai meningkat di antara kedua keluarga. Kecurigaan dan paranoia merayap masuk, saat setiap orang mulai mempertanyakan motif keluarga yang lain. Travis, yang dihantui mimpi buruk mengerikan dan sering terbangun di malam hari, menjadi semakin gelisah dan khawatir tentang apa yang mungkin mengintai di luar sana. Serangkaian insiden aneh meningkatkan rasa tidak percaya di antara kedua keluarga, mendorong mereka ke jurang yang tak terhindarkan.

Film ini tidak memberikan jawaban pasti tentang ancaman sebenarnya, tetapi lebih berfokus pada efek psikologisnya terhadap karakter dan bagaimana ketakutan dapat memecah belah bahkan ikatan terkuat sekalipun. Seiring meningkatnya rasa paranoia, orang-orang dalam film mulai menyadari, bahwa ancaman yang sebenarnya mungkin tidak datang dari luar. Melainkan, dari dalam diri mereka sendiri.

Pemeran & Karakter

Berikut adalah beberapa pemeran utama dan karakter yang mereka perankan dalam It Comes at Night:

  • Joel Edgerton sebagai Paul: Sebagai kepala keluarga, Paul digambarkan sebagai sosok yang tegas dan protektif. Dia bersedia melakukan apa saja untuk melindungi istri dan putranya dari ancaman yang mengintai.
  • Christopher Abbott sebagai Will: Will, ayah dari keluarga baru, adalah sosok yang mencari perlindungan dan sumber daya. kehadirannya di rumah Paul memicu serangkaian peristiwa yang meningkatkan ketegangan dan kecurigaan.
  • Carmen Ejogo sebagai Sarah: Sarah, istri Paul, adalah suara hati nurani dan rasionalitas dalam keluarga. Dia berjuang untuk menyeimbangkan kebutuhan untuk melindungi keluarganya dengan keinginan untuk mempertahankan kemanusiaan mereka.
  • Riley Keough sebagai Kim: Sebagai Istri dari Will, Kim merupakan karakter yang misterius dan penuh teka-teki. Kim menambahkan lapisan intrik dan ketidakpastian pada dinamika kelompok.
  • Kelvin Harrison Jr. sebagai Travis: Travis, putra Paul dan Sarah, adalah karakter sentral dalam film. Perspektifnya memberikan wawasan tentang dampak psikologis dari isolasi dan ketakutan.

Para aktor memberikan penampilan yang kuat dan meyakinkan, membawa kedalaman dan kompleksitas pada karakter yang mereka perankan. Akting Edgerton sangat menonjol, karena ia berhasil menyampaikan lapisan-lapisan emosi dan konflik internal yang dialami oleh karakternya.

Sutradara & Produksi

It Comes at Night disutradarai dan ditulis oleh Trey Edward Shults, seorang pembuat film muda yang berbakat yang sebelumnya dikenal dengan film debutnya yang diakui secara kritis, Krisha (2015). Shults dikenal karena gaya penyutradaraannya yang unik, yang menekankan pada suspensi psikologis dan suasana yang mencekam daripada jump scare atau efek visual yang berlebihan.

Film ini diproduksi oleh David Kaplan dan Andrea Roa dari Animal Kingdom dan juga didukung oleh A24, sebuah studio produksi dan distribusi independen yang dikenal dengan film-filmnya yang inovatif dan berani. Dengan anggaran yang relatif kecil, Shults dan timnya berhasil menciptakan film yang sangat efektif secara visual dan emosional.

Shults dan sinematografer Drew Daniels sukses menciptakan nuansa yang gelap, terpencil, dan klaustrofobik. Pilihan musik yang cermat semakin memperkuat ketegangan dan kecemasan yang mendasari film tersebut.

Penerimaan Kritis & Peringkat

It Comes at Night menerima ulasan beragam dari para kritikus. Sementara banyak yang memuji atmosfer yang mencekam, penampilan akting yang kuat, dan penyutradaraan yang penuh gaya, yang lain mengkritik film tersebut karena ritmenya yang lambat dan ambiguitasnya yang disengaja. Beberapa penonton merasa frustrasi dengan kurangnya jawaban yang jelas dan interpretasi yang terbuka.

Di situs agregasi ulasan Rotten Tomatoes, film ini memegang peringkat persetujuan 87%, berdasarkan 279 ulasan, dengan peringkat rata-rata 7.50/10. Konsensus kritis situs itu berbunyi, "It Comes at Night memanfaatkan kengerian yang terpendam dengan pendekatan yang sangat efektif dan mengerikan yang akan membuat imajinasi penonton bekerja lama setelah kredit akhir bergulir."

Di TMDB, It Comes at Night memiliki peringkat 5.9/10 berdasarkan 2,600+ suara, yang menunjukkan bahwa film tersebut memiliki daya tarik yang lebih luas di kalangan penonton umum.

Box Office & Rilis

It Comes at Night dirilis di bioskop pada tanggal 9 Juni 2017, oleh A24. Film ini meraup sekitar $19 juta di seluruh dunia, dengan anggaran produksi hanya sekitar $5 juta. Film ini memenuhi syarat sebagai kesuksesan komersial bagi studio tersebut dan membuktikan keefektifan film horor indie.

Film ini kemudian tersedia untuk disewa dan dibeli secara digital melalui platform seperti Amazon Prime Video, iTunes, dan Google Play.

Tema & Analisis

It Comes at Night menawarkan lebih dari sekadar ketakutan akan ancaman fisik. Film ini mengeksplorasi tema yang lebih dalam tentang ketidakpercayaan, paranoia, dan hilangnya kemanusiaan di masa krisis. Alih-alih berfokus pada ancaman eksternal, film ini lebih tertarik pada bagaimana ketakutan dapat memecah belah individu dan kelompok dan bagaimana orang dapat menjadi musuh terburuk bagi diri mereka sendiri.

Film ini dapat diartikan sebagai komentar tentang kondisi sosial politik saat ini, di mana ketakutan dan polarisasi sering kali memicu konflik dan ketidakpercayaan. Film ini menantang kita untuk mempertimbangkan apa yang benar-benar penting bagi kita dan sejauh mana kita akan pergi untuk melindungi apa yang kita hargai.

Ambiguitas film ini menambah lapisan minat dan memungkinkan penonton untuk menafsirkan makna dan pesan film itu sendiri. Apakah ancaman yang sebenarnya adalah virus, orang asing, atau ketakutan internal kita sendiri? It Comes at Night tidak memberikan jawaban yang mudah, tetapi mendorong kita untuk mempertanyakan asumsi kita dan menghadapi ketakutan kita sendiri.

Haruskah Anda Menontonnya?

It Comes at Night bukan untuk semua orang. Film ini lambat, atmosferik, dan penuh dengan ketegangan psikologis. Jika Anda mencari film horor yang penuh aksi dan jump scare, Anda mungkin akan kecewa. Namun, jika Anda menghargai film yang cerdas, atmosferik, dan menggugah pikiran, maka It Comes at Night mungkin akan menjadi pengalaman yang bermanfaat.

Film ini khususnya akan menarik bagi penggemar film horor independen dan psikologis yang menghargai karakter yang berkembang dengan baik, tema yang kompleks, dan gaya visual yang unik. Ini juga merupakan pilihan yang baik bagi mereka yang tertarik untuk mengeksplorasi tema-tema ketakutan, isolasi, dan hilangnya kemanusiaan.

Namun, perlu diingat bahwa film ini mengandung adegan kekerasan dan materi yang mengganggu, dan mungkin tidak cocok untuk semua pemirsa.

Kesimpulan

It Comes at Night adalah film horor psikologis yang dibuat dengan baik dan menggugah pikiran, yang mengeksplorasi tema-tema ketakutan, ketidakpercayaan, dan dampak psikologis dari isolasi. Meskipun film ini mungkin tidak memberikan jawaban yang mudah atau resolusi yang memuaskan, film ini menawarkan pengalaman menonton yang mengganggu dan tak terlupakan yang akan tetap bersama Anda lama setelah kredit akhir bergulir. Dengan penampilan yang kuat, penyutradaraan yang penuh gaya, dan tema yang kompleks, It Comes at Night adalah film yang layak untuk ditonton bagi mereka yang menghargai horor yang brilian.

References

  1. TMDB — It Comes at Night
  2. Rotten Tomatoes — It Comes at Night
  3. IMDb — It Comes at Night (2017)
  4. Variety — It Comes at Night: Film Review
  5. The Hollywood Reporter — 'It Comes at Night': Film Review
  6. IndieWire — ‘It Comes at Night’ Review: Trey Edward Shults Delivers a Terrifying Vision of Post-Apocalyptic Paranoia